Minggu, 11 April 2010

EMBRIO-EMBRIO SENIMAN TEATER JAWA TIMUR BERMUNCULAN DI Q ART FESTIVAL 2010


Semangat pelajar SLTA di Jawa Timur dalam mengikuti kegiatan Q Art Festival 2010 yang diadakan oleh Paguyuban Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, sekarang nampaknya mendapat sambutan dari kalangan pelaku kesenian di Jawa Timur yang memiliki semangat yang kuat untuk berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan tersebut.
Terdaftar 32 kelompok teater SLTA dengan jumlah 509 pelajar yang mengikuti Festival SLTA se-Jawa Timur dalam agenda “Q Art Festival 2010”. kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 8 – 10 April 2010 di Gelanggang Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam penyelenggaraan Q Art Festival 2010, panitia menggandeng beberapa instanssi demi kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tersebut, diantaranya Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dinas Pendidikan Jawa Timur, kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Dewan Kesenian Jawa Timur, Dewan Kesenian Surabaya, dan beberapa instansi lainnya yang turut mendukung kegiatan ini.
“Teater Sebagai media pengembangan kreativitas mentalitas anak bangsa dalam menyikapi perkembangan zaman” merupakan tema yang diangkat dalam “Q Art Festival 2010 ini. Sedangkan thropy yang diperebutkan diantaranya untuk juara pertama mendapat thropy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sedangkan juara kedua dan tiga mendapat thropy dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Teater “Q” juga memberikan thropy kepada actor, Aktris serta Artistik terbaik. Sedangkan tabanas senilai Rp. 1.000.000,- bagi juara pertama, Rp. 750.000 bagi juara kedua dan Rp. 500.000 bagi juara ketiga yang dipersembahkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN).
Membludaknya peminat yang mengikuti Festival Teater SLTA se-Jawa Timur ini salah satunya dikarenakan masuknya seni teater dalam kurikulum sistem pendidikan nasional sesuai dengan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan. Sehingga banyak sekolah yang memiliki group teater di sekolahnya.
“Youth is hope for tomorrow”. Anak bengsa sebagai salah satu asset bangsa merupakan rahasia kekuatan bangsa, sedangkan seni teater merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan didalam kebudayaan Indonesia. Teater memiliki daya yang mampu menarik dan menampilkan realita kehidupan kepada public sekaligus menjadi problem solving dalam keanekaragaman yang ada di negeri ini.
Kelompok Teater Sansesus dari SMAN 2 Jombang menampilkan pementasan dengan judul “Badai Sepanjang Malam”. Pementasan tersebut dikemas dengan begitu apik, sehingga ketiga dewan juri bersepakat untuk menobatkannya sebagai pemenang dalam Q Art Festival 2010. sedangkan juara kedua diraih oleh teater Ekstra SMU Muhammadiyah 1 Gresik dan Teater Gosenk, MAN 1 Pamekasan sebagai juara ketiga.
“Efent ini sangat bagus. Kami berharap Q Art Festival 2011 bisa dilaksanakan di Gedung Cak Durasim”, kata bapak Karsono, selaku kepala UPTD Taman Budaya Jawa Timur dalam sambutannya pada Penutupan Q Art Festivsal 2010.
M. Ali Shodikin Ketua teater Q.
FAK. SYARIAH IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Rabu, 23 Desember 2009

Membasuh Telapak Surga

Kampus IAIN Sunan Ampel, Tuesday, 22 December 2009

Kominitas teater Q Fak. Syariah memperingati momentum Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2009, dengan bermacam karakter dan simbul-simbul para aktor menggugah para penonton. Aksi sepontanitas dengan melibatkan para ibu yang ada di lingkungan kampus seperti dosen, pegawai pedagang turut mengisi kehikmatan perayan hari ibu. Selain mereka dibasuh dengan air bunga. Meraka para ibu juga mendo’akan para penonton yang turut menyaksikan kegiatan performmance art yang rutin diadakan oleh komunitas teater ”Q”. Dengan mengusung tema “membasuh telapak surga” para seniman teater "Q" mempunyai harapan kepada para ibu untuk meningkatkan kualitas perempuan Indonesia baik dari segi pengetahuan, sosial maupun bidang lainnya tanpa meninggalkan tugasnya sebagai seorang ibu.

Dengan cara longmarc para pemain menyanyikan lagu "Kasih Ibu kepada beta, Tak terhingga sepanjang masa, Hanya memberi tak harap kembali, Bagai sang surya menyinari dunia"

Ketua paguyuban teater “Q” Ali Sodikin di pelataran Bok M kampus IAIN Sunan ampel surabaya, Selasa (22/12), mengatakan, “Coba bayangkan ketika kita dalam kandungan Ibu telah bersusah payah menjaga kondisi kita agar kelak dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Memang secara normal sembilan bulan sepuluh hari, namun ada juga yang lebih cepat atau lebih lambat. Waktu mengandung tersebut tidaklah sedikit tetapi karena kesabaran seorang Ibu, semuanya dapat dilalui dengan baik. Ketika kita dilahirkan bukan berarti peran Ibu telah selesai sampai disitu saja, justru sebaliknya peran penting Ibu semakin besar dan berat. Tak hanya menyusui, merawat tetapi juga mendidik, agar kelak menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, kesuksesan dan kesholehan

Kordinator acara Beti Nila Suryani, mengatakan, Ibu punya peran sangat strategis dalam menghantar putra-putrinya agar mencapai kematangan pemahaman mana yang baik dan buruk. Secara umum peran dan tanggungjawab Ibu dalam keluarga rumah untuk itu kami mempunyai inisiatif untuk membasuh kaki serta meminta doa kepada orang-orang yang lebih tua dari kita.

Ibu Hj Sukiya selaku dosen syariah, menyampaikan "Yang patut direnungkan, dalam peringatan Hari Ibu harus betapa banyak dan beratnya tugas seorang Ibu, selain peran tersebut pasti masih ada peran lain yang dilakukan seorang Ibu. Kesuksesan rumah tangga dan anak tak akan pernah luput dari jerih payah seorang Ibu. Oleh karena itu tak ada salahnya bagi calon Ibu menyiapkan diri melalui belajar maupun baca buku sehingga nanti menjadi panutan, pijakan, tauladan dan pembimbing bagi generasinya. Banyak pakar menyepakati bahwa Ibu merupakan ruh dan sekaligus magnit yang mampu mewarnai generasi yang akan datang.

Ali Shodikin menambahkan, Peringatan Hari Ibu jangan hanya sekadar seremonial belaka. kalau kita melihat semangat juang tokoh wanita di masa lalu, di mana di berbagai daerah muncul tokoh pejuang. Dengan ditutup pembaca puisi serta pertunjukan yang diiringi dengan musik oleh para kru, para penonton mengungkapkan ekspresi kepedulian dengan bernyanyi bersama.(Q)

Kamis, 30 April 2009

Selasa, 20 Januari 2009

Teater adalah

Seni Budaya merupakan suatu media agung yang memiliki daya hidup tinggi sebagai jalan untuk membuka beragamnya ruang-ruang sosial dan mengkolaborasikannya menjadi sebuah kebersamaan dan keanekaragaman persepektif kelompok-kelompok sosial. Dan akan senantiasa bernafas dengan keunikan dan ciri khasnya, serta tiada suatu ukuran tunggal yang mengikat atau suatu rezim estetika tunggal yang paten untuk dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyatakan diri sebagai prioritas yang paling bernilai. Yang pada tataran berikutnya nila-nilai seni itu akan mampu berperan sebagai Social Life Balancing dalam menghadapi perhelatan fenomena-fenomena kehidupan sosial masyarakat.

Teater adalah salah satu bentuk unsur yang terlahir dari rahim kesenian dan hidup dalam realitas sosial yang sarat dinamika. Nada-nada kehidupannya berjalan seiring dengan deru langkah dunia seni. Naik-turun, pasang-surut dan susah-senangnya tak lepas perputaran roda iklim Seni.

Adalah hedonis dan oportunis yang melanda kehidupan masyarakat dewasa ini, masing-masing individu masyarakat semakin tidak mau tahu dengan kehidupan orang lain dan semakin menggila dengan dunianya sendiri. Seakan tidak sadar bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan mampu bertahan hidup tanpa orang lain.