Selasa, 29 Maret 2011

"Q" art festival 2011,.....

pagelaran "Q" Art Festival 2011 membuat ajang kompetisi festival remaja se JATIM dalam rangka memperingati dies natalis teater "Q" yang ke XVIII yang memperebutkan trophy dinas pendidikan JATIM dan dinas kebudayaan dan pariwisata JATIM. yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas apresiasi seni teater secara umum, mengembangkan tradisi studi komparatif di lingkungan remaja di JATIM, dan untuk memberikan stimulan terhadap semangat para pekerja seni maupun pecinta seni teater di JATIM. even even seperti ini merupakan magnet dan daya tarik supaya tetap kekal ekistensinya yang berdampak positif dan bermanfaat pada even seperti ini. ajang kompetisi ini merupakan ajang silaturahim antar komunitas teater yang berbeda daerah sebagai harapan menjadi embrio seniman seniman JATIM.
hal ini merupakan suatu apresiasi yang cerah dan kemajuan tesendiri didalam minat anak bangsa untuk mengembangkan seni teater, dan harus ada perhatian khusus untuk menjaga eksistensinya dalam memuncukan ide kreatif.
tanpa adanya suatu wadah untuk berkompetisi dikhawatirkan pasang surut dalam seni teater akan mematikan kreatifitas anak bangsa lebih khususnya yang masih di bangku remaja atau masih sekolah dikarenakan masih segar dan mempunyai semangat yang tinggi untuk mengembangkan kesenian terutama dalam seni teater untuk melahirkan sebuah karya.
Q art festival yang ke-9 ini diadakan oleh paguyuban teater Q da bekerja sama dengan dinas kebudayaan dan pariwisata dan dinas pendidikan. melihat dari kondisi objektif itu, maka kami selaku seniman kampus yang berada di dalam naungan paguyuban teater Q yang tergabung dalam kepanitiaan Dies Natalis Teater Q ke 18 sangat optimis melihat dari pengalaman dari tahun sebelumnya banyaknya, minat untuk ikut serta pada pagelaran "Q" art festival 2011 yang di wujudkan dengan ajang kompetisi "Festival Teater REMAJA se jatim 2011" yang di laksanakan tanggal 5 - 7 April 2011. di gedung pertunjukan cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur.

"Q" art festival 2011,.....


Jumat, 18 Maret 2011

MALAM JAHANAM

Paguyuban Teater Q Fakultas Syariah IAIN SUNAN AMPEL Surabaya. Mempersembahkan Pentas Perdana berjudul "MALAM JAHANAM" Karya Moetinggo Boesje yang disutradarai oleh Zoemanna Zamakhsyari Anggota Teater Q angkatan 2008. Pementasan ini di bintangi Oleh Ahmad Baihaqi alias Tablo sebagai Mat Kontan, Silfy Fatmayuni Soraya alias Vee sebagai Paijah, M. Dimas alias Timun sebagai Sulaiman, Reny Herman alias Herman sebagai Utai dan Haryo Bactiar Muslim alias Ryo sebagai Pak Pijat.
Musiknya di isi oleh Marvell Orchestra yang terdiri dari Marvell, Kampez, Bondet, Bibi, Jembloenkz dan Sentoel. Manager Panggungnya ada Bencis Copler.
Pementasan ini diadakan pada Hari Jum'at tanggal 25 Maret 2011 pukul 19.00 WIB bertempat di Gelanggang Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya
Naskah "Malam Jahanam" ini berisi tentang kehidupan orang-orang pesisir yang memiliki watak keras, saling memainkan egonya sendiri-sendiri tanpa memperhatikan sekitarnya. Kehidupan yang penuh dengan kemiskinanlah yang menyebabkan watak tersebut menjadi sangat keras. Dalam naskah ini juga terdapat pencerminan tentang suami sebagai pemimpin keluarga yang kurang memperhatikan keluarganya. Seperti keadaan sekarang dimana seorang pemimpin terkadang lupa dengan yang dipimpin. Namun meskipun mempunyai sifat yang buruk dibalik itu mempunyai sifat yang penuh dengan kelembutan dan ketulusan. Dari sini kita bisa memahami bahwa meskipun seseorang mempunyai sifat yang buruk di dalam dirinya pasti masih tersimpan sifat yang baik. Maka kita tidak boleh membenci seseorang hanya karena sifat buruknya yang seharusnya kita benci itu sifatnya dan memikirkan bagaimana cara memunculkan sifat baiknya.

Minggu, 26 Desember 2010

Pembunuh Sang Malaikat


Komunitas teater Q Fak. Syariah lagi-lagi memperingati momentum Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2010, dengan merefleksikan fenomena yang terjadi pada milinium saat ini mereka mencoba meng aktualisasikan lewat karya dengan menggangkat tema “ Ibu Pembunuh Anak” bermacam karakter dan simbul-simbul para aktor menggugah para penonton. Kegiatan performmance art yang rutin diadakan oleh komunitas teater ”Q”. Dengan mengusung tema yang agak berbeda dengan biasanya para seniman teater "Q" mempunyai harapan kepada para ibu untuk meningkatkan control ter hadap anak-anaknya yang sekarang sering membohongi bahkan menyalagunakan kepercayan serta fasilitas yang diberikan oleh mereka.

Dengan cara longmarc para pemain menyanyikan lagu " Ibu karya Iwan Fals, selain itu meraka juga menyayikan, Kasih Ibu Kepada Beta,

Tak terhingga sepanjang masa,

Hanya memberi tak harap kembali,

Bagai sang surya,

Menyinari dunia"

Ketua paguyuban teater “Q” M. Khozin di pelataran Bok M kampus IAIN Sunan ampel surabaya, rabu (22/12), mengatakan, “Coba bayangkan ketika kita dalam kandungan Ibu telah bersusah merawat dan menjaga kita, ia mendidik kita semua menjadi generasi penerus bangsa yang di impikan. Seorang ibu memang menjadi seorang malaikat yang selalu melindungi anaknya tanpa memedulikan dirinya sendiri, betapapun usahanya mereka rtidak perna meminta balasan. Ketika kita dilahirkan bukan berarti peran Ibu telah selesai sampai disitu saja, justru sebaliknya peran penting Ibu semakin besar dan berat. Tak hanya menyusui, merawat tetapi juga mendidik, agar kelak menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, kesuksesan dan kesholehan. Tetapi jika ibu salah merawat anaknya maka mereka secara tidak langsung membunuh anaknya sendiri.

Kordinator acara Arga marfel, mengatakan, Ibu punya peran sangat strategis dalam menghantar putra-putrinya agar mencapai kematangan pemahaman mana yang baik dan buruk. Secara umum peran dan tanggung jawab Ibu dalam keluarga rumah untuk itu kami mempunyai inisiatif untuk membasuh kaki serta meminta doa kepada orang-orang yang lebih tua dari kita. Lanjut kordinaor pelaksana, jangan sampai malaikat itu membunuh anaknya sendiri karena kelalaian meraka. Begitu juga tanggung jawab seorang anak mereka jangan sampai membunuh sang malaikat karena ia sudah memberikan yang terbaik untuk kalian sebagi putra-putri dari malaikat.

Riska Duwi Novita selaku aktivis perempuan di fak.Syariah, menyampaikan "Yang patut direnungkan, dalam peringatan Hari Ibu harus betapa banyak dan beratnya tugas seorang Ibu, selain peran tersebut pasti masih ada peran lain yang dilakukan seorang Ibu. Kesuksesan rumah tangga dan anak tak akan pernah luput dari jerih payah seorang Ibu. Oleh karena itu tak ada salahnya bagi calon Ibu menyiapkan diri melalui belajar maupun baca buku sehingga nanti menjadi panutan, pijakan, tauladan dan pembimbing bagi generasinya. Banyak pakar menyepakati bahwa Ibu merupakan ruh dan sekaligus magnit yang mampu mewarnai generasi yang akan datang.

Khojen menambahkan, Peringatan Hari Ibu jangan hanya sekadar seremonial belaka. kalau kita melihat semangat juang tokoh wanita di masa lalu, di mana di berbagai daerah muncul tokoh pejuang. Dengan ditutup pembaca puisi serta pertunjukan yang diiringi dengan musik oleh para kru, para penonton mengungkapkan ekspresi kepedulian dengan bernyanyi bersama.(prabu Ali Airlangga)

Minggu, 26 September 2010

Renungan Manusia dan Setan


Siang menjelang sore, Kamis (23/9), Komunitas Teater Q Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menggelar aksi seni lakon bertajuk "Azab Bagi Pendosa" di Pelataran Blok M, Kampus IAIN Sunan Ampel di Surabaya.

Aksi seni lakon tersebut sebagai penanda perayaan hari ulang tahun ke-18 Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, sejak berdiri dan berkiprah dalam jagad teater kampus, 24 September 1992.

Seni lakon "Azab Bagi Pendosa" dimainkan oleh aktor-aktor panggung teater kampus. Jemblung berperan sebagai jagal, Habibi sebagai setan, Bencis sebagai anak jalanan pemabuk bergaya rocker, Rizki sebagai penjahat, Arga sebagai lelaki yang suka bermain wanita, dan Iqbal sebagai waria. Setidaknya hal itu menarik perhatian mahasiswa yang kebetulan sedang lewat ataupun sedang bersantai bersama rekan-rekannya di seputaran pelataran Blok M, Kampus IAIN Sunan Ampel tersebut.

"Setiap orang pasti akan digoda setan karena Tuhan menciptaan setan untuk menggoda manusia. Mau baik ataupun buruk, terserah manusia sendiri. Skenario Tuhan menciptaan malaikat selalu taat, manusia selalu khilaf, dan setan selalu menggoda," kata Ketua Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya M Ali Shodikin alias Prabu Ali Airlangga kepada Kompas.

Dari aksi seni lakon "Azab Bagi Pendosa" yang mereka pertontonkan tersebut, mengisyaratkan kepada siapa pun orang entah mereka wong melarat ataupun wong kaya, entah mereka pejabat ataupun rakyat jelata, entah mereka kiai ataupun umat tidak pernah luput dari goda dan rayuan setan.

"Setiap perbuatan, apakah baik, jelek ataupun buruk, pasti ada balasannya. Aksi seni lakon "Azab Bagi Pendosa" yang kita unjuk pertontonkan itu hendak berpesan bahwa siksa Tuhan menjadi balasan para pendosa," katanya.

Sang setan yang diperankan oleh Habibi dalam aksi seni lakon itu terlihat belingsatan ke sana kemari menghampiri sang penjahat, sang anak jalanan pemabuk bergaya rocker, serta menggoda dengan bisikan kepada sang lelaki yang suka bermain wanita.

"Aksi seni lakon ini sekaligus untuk ajang silaturahim dan pengenalan Komunitas Teater Q kepada mahasiswa baru IAIN Sunan Ampel," kata Ali.

Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel dalam perayaan hari jadinya yang ke-18 tahun ini telah pula menyiapkan serangkaian kegiatan meliputi istigasah, shalat hajat, khataman Al Quran, refleksi peringatan hari jadi Teater Q, pergelaran padang bulan dengan acara spontanitas berupa pembacaan puisi, drama, dan musik. Puncaknya akan digelar pementasan teater dengan lakon "D'Game Blitz", Sabtu (25/9) malam di Aula Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel. "Lakon D' Game Blitz yang naskahnya ditulis oleh Misbachul Mustofa alias Koko ini mengisahkan tentang mimpi-mimpi gelandangan yang ingin menjadi hakim, jaksa, dan polisi," kata Ali.

Ironisnya, dalam mimpi-mimpinya tersebut, penegakan hukum sekadar permainan dan menjadi permainan orang-orang yang sedang berkuasa maupun orang-orang yang berduit.

"Sebagai bagian dari warga masyarakat, kami mencoba menyikapi kebohongan-kebohongan dalam penegakan hukum di Indonesia melalui media seni teater," katanya.

http://cetak.kompas.com/read/2010/09/24/1711590/renungan.manusia.dan.setan

Kamis, 16 September 2010

ULTA TEATER Q 18 TAHUN


MENGGUNDANG PRABU ALI AIRLANGGA (KETUA TEATER Q)