Kamis, 03 Maret 2011
Minggu, 26 Desember 2010
Pembunuh Sang Malaikat

Komunitas teater Q Fak. Syariah lagi-lagi memperingati momentum Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2010, dengan merefleksikan fenomena yang terjadi pada milinium saat ini mereka mencoba meng aktualisasikan lewat karya dengan menggangkat tema “ Ibu Pembunuh Anak” bermacam karakter dan simbul-simbul para aktor menggugah para penonton. Kegiatan performmance art yang rutin diadakan oleh komunitas teater ”Q”. Dengan mengusung tema yang agak berbeda dengan biasanya para seniman teater "Q" mempunyai harapan kepada para ibu untuk meningkatkan control ter hadap anak-anaknya yang sekarang sering membohongi bahkan menyalagunakan kepercayan serta fasilitas yang diberikan oleh mereka.
Dengan cara longmarc para pemain menyanyikan lagu " Ibu karya Iwan Fals, selain itu meraka juga menyayikan, Kasih Ibu Kepada Beta,
Tak terhingga sepanjang masa,
Hanya memberi tak harap kembali,
Bagai sang surya,
Menyinari dunia"
Ketua paguyuban teater “Q” M. Khozin di pelataran Bok M kampus IAIN Sunan ampel surabaya, rabu (22/12), mengatakan, “Coba bayangkan ketika kita dalam kandungan Ibu telah bersusah merawat dan menjaga kita, ia mendidik kita semua menjadi generasi penerus bangsa yang di impikan. Seorang ibu memang menjadi seorang malaikat yang selalu melindungi anaknya tanpa memedulikan dirinya sendiri, betapapun usahanya mereka rtidak perna meminta balasan. Ketika kita dilahirkan bukan berarti peran Ibu telah selesai sampai disitu saja, justru sebaliknya peran penting Ibu semakin besar dan berat. Tak hanya menyusui, merawat tetapi juga mendidik, agar kelak menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, kesuksesan dan kesholehan. Tetapi jika ibu salah merawat anaknya maka mereka secara tidak langsung membunuh anaknya sendiri.
Kordinator acara Arga marfel, mengatakan, Ibu punya peran sangat strategis dalam menghantar putra-putrinya agar mencapai kematangan pemahaman mana yang baik dan buruk. Secara umum peran dan tanggung jawab Ibu dalam keluarga rumah untuk itu kami mempunyai inisiatif untuk membasuh kaki serta meminta doa kepada orang-orang yang lebih tua dari kita. Lanjut kordinaor pelaksana, jangan sampai malaikat itu membunuh anaknya sendiri karena kelalaian meraka. Begitu juga tanggung jawab seorang anak mereka jangan sampai membunuh sang malaikat karena ia sudah memberikan yang terbaik untuk kalian sebagi putra-putri dari malaikat.
Riska Duwi Novita selaku aktivis perempuan di fak.Syariah, menyampaikan "Yang patut direnungkan, dalam peringatan Hari Ibu harus betapa banyak dan beratnya tugas seorang Ibu, selain peran tersebut pasti masih ada peran lain yang dilakukan seorang Ibu. Kesuksesan rumah tangga dan anak tak akan pernah luput dari jerih payah seorang Ibu. Oleh karena itu tak ada salahnya bagi calon Ibu menyiapkan diri melalui belajar maupun baca buku sehingga nanti menjadi panutan, pijakan, tauladan dan pembimbing bagi generasinya. Banyak pakar menyepakati bahwa Ibu merupakan ruh dan sekaligus magnit yang mampu mewarnai generasi yang akan datang.
Khojen menambahkan, Peringatan Hari Ibu jangan hanya sekadar seremonial belaka. kalau kita melihat semangat juang tokoh wanita di masa lalu, di mana di berbagai daerah muncul tokoh pejuang. Dengan ditutup pembaca puisi serta pertunjukan yang diiringi dengan musik oleh para kru, para penonton mengungkapkan ekspresi kepedulian dengan bernyanyi bersama.(prabu Ali Airlangga)
Minggu, 26 September 2010
Renungan Manusia dan Setan

Siang menjelang sore, Kamis (23/9), Komunitas Teater Q Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menggelar aksi seni lakon bertajuk "Azab Bagi Pendosa" di Pelataran Blok M, Kampus IAIN Sunan Ampel di Surabaya.
Aksi seni lakon tersebut sebagai penanda perayaan hari ulang tahun ke-18 Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, sejak berdiri dan berkiprah dalam jagad teater kampus, 24 September 1992.
Seni lakon "Azab Bagi Pendosa" dimainkan oleh aktor-aktor panggung teater kampus. Jemblung berperan sebagai jagal, Habibi sebagai setan, Bencis sebagai anak jalanan pemabuk bergaya rocker, Rizki sebagai penjahat, Arga sebagai lelaki yang suka bermain wanita, dan Iqbal sebagai waria. Setidaknya hal itu menarik perhatian mahasiswa yang kebetulan sedang lewat ataupun sedang bersantai bersama rekan-rekannya di seputaran pelataran Blok M, Kampus IAIN Sunan Ampel tersebut.
"Setiap orang pasti akan digoda setan karena Tuhan menciptaan setan untuk menggoda manusia. Mau baik ataupun buruk, terserah manusia sendiri. Skenario Tuhan menciptaan malaikat selalu taat, manusia selalu khilaf, dan setan selalu menggoda," kata Ketua Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya M Ali Shodikin alias Prabu Ali Airlangga kepada Kompas.
Dari aksi seni lakon "Azab Bagi Pendosa" yang mereka pertontonkan tersebut, mengisyaratkan kepada siapa pun orang entah mereka wong melarat ataupun wong kaya, entah mereka pejabat ataupun rakyat jelata, entah mereka kiai ataupun umat tidak pernah luput dari goda dan rayuan setan.
"Setiap perbuatan, apakah baik, jelek ataupun buruk, pasti ada balasannya. Aksi seni lakon "Azab Bagi Pendosa" yang kita unjuk pertontonkan itu hendak berpesan bahwa siksa Tuhan menjadi balasan para pendosa," katanya.
Sang setan yang diperankan oleh Habibi dalam aksi seni lakon itu terlihat belingsatan ke sana kemari menghampiri sang penjahat, sang anak jalanan pemabuk bergaya rocker, serta menggoda dengan bisikan kepada sang lelaki yang suka bermain wanita.
"Aksi seni lakon ini sekaligus untuk ajang silaturahim dan pengenalan Komunitas Teater Q kepada mahasiswa baru IAIN Sunan Ampel," kata Ali.
Komunitas Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel dalam perayaan hari jadinya yang ke-18 tahun ini telah pula menyiapkan serangkaian kegiatan meliputi istigasah, shalat hajat, khataman Al Quran, refleksi peringatan hari jadi Teater Q, pergelaran padang bulan dengan acara spontanitas berupa pembacaan puisi, drama, dan musik. Puncaknya akan digelar pementasan teater dengan lakon "D'Game Blitz", Sabtu (25/9) malam di Aula Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel. "Lakon D' Game Blitz yang naskahnya ditulis oleh Misbachul Mustofa alias Koko ini mengisahkan tentang mimpi-mimpi gelandangan yang ingin menjadi hakim, jaksa, dan polisi," kata Ali.
Ironisnya, dalam mimpi-mimpinya tersebut, penegakan hukum sekadar permainan dan menjadi permainan orang-orang yang sedang berkuasa maupun orang-orang yang berduit.
"Sebagai bagian dari warga masyarakat, kami mencoba menyikapi kebohongan-kebohongan dalam penegakan hukum di Indonesia melalui media seni teater," katanya.
http://cetak.kompas.com/read/2010/09/24/1711590/renungan.manusia.dan.setan
Kamis, 16 September 2010
Selasa, 14 September 2010
Grup Sentot Percussion Menag Sengit

Sejak pendaftaran dibuka, di kantor majalah nurani, animo peserta sangat tinggi, meraka mewakili wilayah di sekitar jawa timur seperti daerah Pasuruhan, Malang, Wonosobo, Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Surabaya. Dari jumlah peserta yang mengikuti lombah hanya17 grubyang lolos dalam babak penyisiah. Selanjutnya mereka masuk dalam babak final pada tanggal 7 september. Ujar kordinator pelaksana.
” libur panjang perkuliahan di manfatkan oleh anggota paguyuban teater ‘Q’ untuk mengasah kemampuanya dalam memainkan music tradisional .”. Hampir satu bulan penuh kami setiap soreh hingga malam teman-teman saya ajak untuk terus latiahan, tandas Gendhoet.
Saat ini kami sudah siap secara fisik dan mental. Yang terpenting, teman-teman jangan sampai tenag dan tidak terbebani untuk menag. Harus berani sabar, tetapi tetap menggontrol didri saat memainkan alat musiknya.” tutur Gendhoet, pelatih grup sentot percussion, saat memberikan motifasi sebelum tampil.
Prabu Ali Airrlang , selaku ketua paguyuban teater Q’ menjelaskan bahwa Sentot Percussion merupakan sebua kelompok yang lahir dari aktifitas berkesenian teman-teman teater ‘Q’ Fak Syariah. Selain menekuni dalam bidang keteateran komunitas kecil itu jaga mulai mengemnagkan sayap dalam bermain music tradisional. Berbekal dengan pengalaman selamah 4 tahun grup sentot percussion membranikan diri untuk mengikuli kejuaran tingkat regional.
Personel yang kami delegasikan hanya tiga anak, meraka adalah habibi atau bebek, bagus atau djembung dan arga sasongko sareh atau teyeng denga kompoer Gendhoet, alat musicyang digunakan hanyalah bedung atau jidor, floor bass, jimbe .
Pada saat final persaingan antar grup semakin ketat, ”perlombaan saat itu sangatlah ketat. Padahalkami sudah menyipakan lagu sholawat badar dan takbiran. Beruntung, kami unggul dengan membawa teropi juara pertama dan tabanas senilai Rp. 500.000. tandas habibi personil sentot percussion.
Selain sentot percussion, grup cahaya rosada perwakilan anggota Jajan Pasar Surabaya jauga memenagkan kompetisi ini. Meraka menjadi jura kedaua, Sedangakan grup al-gedabrusi menjadi jura ketiga. ”saya kaget saat cahaya rosada menjadi jura kedua, padahal pada saat lombag di iven yang berbeda beberapa minggu yang lalu kami menjadi jura pertama, tapi memang penampilan grup Sentot Percussion cukup bagus, ujar Widodo personil dari grup cahaya rosada. (By : Prabu)
Minggu, 05 September 2010
PAGUTUBAN TEATER 'Q'

'Q' bukanlah nama tanpa arti, bukan juga sebagai pelengkap huruf alphabet. namun, bagi anggotanya, 'Q' merupakan sebuah huruf yang penuh dengan nilai filosofis bahkan bias dipakai untuk perinsip hidup.
Dengan logo yang melekat di dada ditambah nama 'Q' yang di tancapkan pada jantung nagotanaya, meraka berusaha membuak tabir kehidupan yang seringkali menyembunyikan nilai kemanusiaan. Dengan kreatifitas serta mentalitas yang dikembangkan dalam wadah kesenian, mereka mencoba untuk mengejawantakannya dengan nilai kemanusiyaan, kasihsayang serta kesucian. Bila saja kaliyan paham, pasti kaliyan akan menirunya.
Teater sesungguhnya miniatur dari kehidupan yang lebih nayata. Ketika realitas begitu banayak menuntut kesempurnaan, kami menawarkan sesuatu yang berbeda yakni memahami ketidaksempurnaan dan menerima perbedan karena itu salasatu seni kehiduipan. Di dalam teater terdapat pesan-pesan agama, moral, etika, budi pekerti yang luhur.
Patut direnungkan, 'kegilaan taklepas dari kehidupan seorang aktivis teater', Sebuah posisi yang menakjubkan, jauh dari hegemoni, terlepas dari kendali, tegar dan mandiri. Membebaskan diri dari ketergantungan, keterbelengguan serta kehimpitan, dan bergerak menurut kata hati, sedangkan kegilaan adalah sumber dari inspirasi yang diwujutkan dalam bentuk ekspresi yang lahirlah karya seni. Begitu halnya cap yang dilebelkan pada anak-anak teater 'Q'.
Kami hanyalah komunitas kecil di fakultas syariah yang bersahajah, terbuka serta menjalin ikatan emosional dengan kebersamanan. Hampir dua darsawarsa sejak awal kelahiranya pada 24 September 1992 di BLOK 'M'. kami tetap eksis untuk terus berkarya. Selama itu pula telah banyak mengukirkan prestasi serta karya yang telah kami hasilkan, mulai dari karya seni, lukisan, karya sastra (puisi, cerpen, naskah, lirik lagu), pementasan regional sampai nasional, kegiatan-kegian social dan sebagaianya.
Stuktur kepengurusan teater Q
Ketua : Prabu Ali Airlangga
Skretaris : M.Sigit Fitrony
Bendahara : Zaky Rafi'atul matien.
Divisi-divisi:
PRT : Isa Mariati
Abdul Malik Fajar
Khurin Aini
Seni & Saatra : Nayla Rachmatika
Royan
Amin achmad
Khumusul muzani
Pertunjukan : bethy nila suryani (koord)
Ardhita Sudana Putra
Putri Dwi Rafita
SUJUD DALAM LAMUNAN
Gemuruh air di lembah kasih
Teriak merintih ingin kembali
Jika ada jalan untuk kembali aku pasti pilih
Sujud tulusku hanyalah lamunan bukan keihlasan
Andai langit itu pecah, sang arjuna mengeluarkan amarah,
Neraka padam, surga terbakar
Aku tak akan peduli walau aku tak bisa kembali
Temukan jati diri yang sudah mati
Terbius extasi, terkepung asap duniawi
Takdirku sudah tertulis di dalam catatan Ilahi Robbi
Tak bisakah kau menemani sisa umur yang sudah pasti
Kembali pada sang maha kasih
Pencipta alam pasti
Separuh nafasku bersaing dengan waktu
Rasa itu menyiksa jasadku yang belum mati
Menancap bagai cengkraman rajawali
Aku tak sanggup melihat wujudmu
Karena nafsuku aku melupakanmu
Aku hanyalah aku
Hidupku karena aku
Aku tak mengerti ini mimpi atau ilusi
Siksaku sebab lakuku
Matiku karena kehendakku
By, Teater Q *Ali
